Sunday, 3 January 2010

Batik Mampir di Dries van Noten


Bisa jadi batik tidak lagi menjadi komsumsi para wanita Indonesia, tetapi sudah mulai mendunia. Hal ini ditandai dengan hadirnya batik dalam koleksi Dries van Noten Spring Summer 2010. Motif parang rusak hadir dalam blus serta rok dalam potongan sederhana tetapi tetap terlihat elegan. Tidak hanya itu saja, motif jumputan khas palembang serta tenun ikat lombok juga ditampilkan dalam bentuk celana pipa ataupun sexdress.


Kita boleh saja berbangga, tapi apakah iya nama Indonesia akan disebut sebagai empunya motif itu berasal. Tetapi paling tidak ini adalah sinyal positif bagi para designer Indonesia untuk dapat go internasional dengan batik. Tetapi bisa jadi menjadi awal terjadinya "perang pemasaran batik", dimana designer luar sudah mulai ikut ambil bagian memberdayakan batik Indonesia yang kaya akan motif, teknik serta bahan dasar ini. So kita tunggu saja karya anak negeri di kancah Internasional. We'll see.

No comments:

Post a Comment